Baru-baru ini, saya dan Emily, cucu saya yang berusia 10 tahun, bersama-sama merebus telur untuk sarapan. Saat kami memandangi air yang mendidih dan bertanya-tanya berapa lama lagi telur itu akan matang, Emily berkata, “Sayang kita tidak dapat membuka kulit telur itu untuk melihat proses di dalamnya.” Saya setuju dengan apa yang dikatakannya. Namun, bila hal tersebut dilakukan, telur itu akan rusak. Oleh karena itu, kami hanya dapat menduga-duga, tanpa ada jaminan kepastian bagaimana hasilnya.
Kemudian kami beralih membicarakan tentang hal-hal lain yang ingin kami lihat, tetapi kami tidak dapat melihatnya—misalnya saja, hari esok. Sayang sekali kami tidak dapat “menyingkap” hari esok untuk mengetahui apakah yang terjadi di hari esok adalah sesuatu yang akan kami suka. Namun, mengetahui tentang hari esok sebelum waktunya, sama seperti membuka kulit telur yang sedang dimasak. Hal itu akan merusak hari ini maupun hari esok.
Karena Yesus telah berjanji untuk memelihara kita setiap hari— yang berarti termasuk hari esok—kita dapat hidup dengan iman dari hari ke hari dengan penuh penyerahan diri (Mat. 6:33-34). Saya dan Emily memutuskan untuk menyerahkan hari esok dengan keyakinan penuh ke tangan Allah. Bagaimana dengan Anda? —JEY
Dan bagaimana masa depanku terbentang,
Namun, yang ku tahu adalah Tuhan itu setia,
Karena aku telah berjalan bersama-Nya. —NN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar