Wanita Di Balik Rencana Keselamatan Allah - Jurnal Kristen

Breaking

Recent Posts

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 09 Desember 2016

Wanita Di Balik Rencana Keselamatan Allah


Ayat Renungan:
Matius 1:16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Selengkapnya Baca: Matius 1:1-17

Pada umumnya kedudukan seorang wanita dalam hak waris, hak belajar, hak bekerja, hak berpendapat, dll. dalam budaya dunia dianggap remeh. Akan tetapi, pandangan Allah terhadap wanita berbeda dengan dunia. Nas inilah buktinya.

Injil Matius dibuka dengan penulisan garis keturunan Yesus yang terdiri dari empat puluh dua keturunan dari Abraham sampai Daud; keturunan Daud yang terbuang ke Babel; generasi yang lahir dari pembuangan ke Babel (ayat  Mat 1:17). Yang menarik dari nas ini ialah dituliskannya tiga nama wanita yang memiliki riwayat hidup yang "cacat" Mengapa? Cerita tentang mereka kurang baik dan tidak terhormat. Ketiga wanita tersebut yakni: Tamar (ayat  Mat 1:3); Rahab (ayat  Mat 1:5a); Batsyeba, istri Uria (ayat  Mat 1:6).

Pertama, sebenarnya Tamar adalah menantu dari Yehuda ( Kej 38:6,8-11). Janji Yehuda untuk memberikan Syela menjadi suami bagi Tamar ternyata bohong (ayat  Kej 38:14). Jadi, Tamar menyamar sebagai "wanita nakal" untuk menggoda Yehuda dan melahirkan Peres dan Zerah.

Kedua, Rahab adalah seorang "wanita nakal" Kanaan yang
melindungi pasukan pengintai Israel saat mereka hendak melarikan diri dari kota Yerikho ( Yos 2). Penyebab Rahab menolong mereka karena ia memercayai Allah Israel (ayat  Yos 2:9-13).

Ketiga, Batsyeba adalah istri Uria yang menjadi korban keinginan nafsu Raja Daud, ketika suaminya berperang membela Israel melawan Amon. Batsyeba melahirkan seorang anak yang meninggal tidak lama setelah ia lahir. Barulah kemudian Salomo lahir (ayat  2Sam 11).

Allah dalam kehendak-Nya dan kedaulatan-Nya memilih Tamar, Rahab, dan Batsyeba menjadi nenek moyang Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa penggenapan keselamatan Allah melalui Yesus bagi manusia, tidak berdasarkan "bersih" tidaknya maupun terhormat tidaknya status seseorang di masyarakat. Keselamatan bagi hidup kita pun tidak didasarkan pada siapakah kita, bagaimanakah masa lalu kita, apa pekerjaan kita, dll.

Kenapa demikian ? Karena apa yang anda lihat oleh mata belum tentu mengambarkan kebaikan seseorang. Kebaikan, Ketulusan dan Cinta Kasih serta Iman dan pengharapan tak dapat dilihat oleh mata dan diukur oleh penilaian seseorang tapi terukur oleh TUHAN sendiri. Hari ini anda terhina oleh manusia tapi dihadapan TUHAN tidak ! Hari ini anda dianggap sampah masyarakat tapi di hadapan TUHAN anda berharga !

Dari renungan ini kita belajar bahwa kehidupan bukan tentang apa kata orang mengenai pribadi anda tapi kehidupan intinya tentang rencana TUHAN yang sedang terjadi untuk anda.

Renungkan: Syarat menjadi bagian dari umat Allah bukan karena keberadaan kita melainkan hati dan iman yang tertuju kepada-Nya.


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Pelajaran ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here