BERTANGGUNG JAWAB DALAM KEHIDUPAN KELUARGA - Jurnal Kristen

Breaking

Recent Posts

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 13 November 2016

BERTANGGUNG JAWAB DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

Bacaan Alkitab:  Mar 10:2-12; Efe 5:21-6:4; 1Pe 3:1-7.

Ayat Hafalan:
 "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya."  Mar 10:7.

PENDAHULUAN
 Dalam pelajaran ini kita akan menyelidiki ayat-ayat Alkitab tentang tanggung jawab memiliki rumah tangga Kristen. Ada banyak pengajaran mengenai pokok ini. Sangatlah penting untuk kita belajar dan meneladani dalam kehidupan kita tentang apa yang diajarkan oleh Allah sendiri mengenai tanggung jawab memiliki sebuah rumah tangga Kristen.

TANGGUNG JAWAB PARA SUAMI ISTRI KRISTEN AKAN PERNIKAHAN Bacalah  Mar 10:2-12
 Alkitab mengajar dengan pasti bahwa Allah menghendaki pernikahan di dalam hidup kita. Satu masalah yang sangat serius yang dihadapi orang-orang pada masa ini ialah bahwa perpisahan dan perceraian sudah menjadi masalah yang dihadapi seluruh dunia, baik oleh para suami istri Kristen maupun para suami istri bukan Kristen. Tetapi Alkitab berkata, "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."  Mar 10:9. Para suami dan istri Kristen harus berusaha hidup menurut Alkitab. Mereka tentunya akan mengalami masa-masa sulit dalam pernikahan mereka. Mereka harus membuat janji satu dengan yang lain dalam pernikahan mereka serta mencari jalan keluar untuk permasalahan yang mereka hadapi. Para suami dan istri Kristen harus meminta kepada Tuhan untuk menolong mereka untuk hidup bersama seperti satu tubuh.

TANGGUNG JAWAB PARA SUAMI ISTRI SATU SAMA LAIN DAN KEPADA ANAK-ANAK MEREKA Bacalah  Efe 5:21-6:4
 Tuhan berbicara kepada orang-orang Kristen di Efesus melalui rasul-Nya yaitu Paulus. Ia memberi mereka suatu dasar untuk membangun rumah tangga-rumah tangga Kristen yang kuat. Ia berkata "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus."  Efe 5:21. Merendahkan diri satu sama lain berarti setia satu sama lain. Para suami istri Kristen harus setia satu sama lain. Mereka harus memberikan diri mereka satu sama lain sebab Tuhan memerintahkan mereka untuk melakukan demikian.

Kasih adalah aspek penting lainnya dalam membangun rumah tangga Kristen. Dalam pesannya kepada para suami Kristen, Allah berkata, Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri- Nya baginya  Efe 5:25. Dalam beberapa kebudayaan, sangatlah jarang bagi seorang suami atau istri mengatakan kepada pasangannya "Aku cinta padamu." Agaknya seorang suami lebih suka menunjukkan cinta dan penghargaan kepada istrinya dengan melakukan sesuatu untuknya. Di beberapa budaya lainnya bagaimanapun juga seorang suami akan mengatakan dengan terbuka pada istrinya, "Aku cinta padamu." Tetapi apa yang penting adalah bukan cara suami istri menunjukkan kasih satu sama lain, melainkan bagaimana mereka menyatakan kasih dan perhatian yang bermutu.

Tuhan juga memberikan peringatan kepada para orang tua Kristen. "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan"  Efe 6:4. Anak- anak adalah salah satu dari pemberian yang paling berharga yang Tuhan pernah berikan kepada kita. Saat kita menerima pemberian dari seseorang, kita sangat menghargainya sehingga kadang-kadang kita menulis surat kepada orang yang memberikannya kepada kita, berterimakasih kepadanya atas pemberiannya yang berharga. Kita memelihara pemberi-annya dengan cara yang sangat khusus.

Tuhan mengharapkan supaya kita menghargai anak-anak kita juga dan memeliharanya dengan cara yang khusus. Sangat menyedihkan hati Tuhan jika kita tidak merawat anak kita dan menyebabkan kemarahan mereka. Kita perlu mendidik, membimbing dan memelihara anak-anak kita di dalam cara yang diperintahkan Tuhan. Untuk melakukan hal ini kita harus mendisiplin mereka. Jika kita tidak mendisiplin mereka, orang-orang di sekitar kita mungkin akan melihat mereka dan berkata, "Ah, anak-anak macam apa ini?" atau "Mengapa anak-anak ini memiliki kelakuan seperti ini padahal orang tua mereka orang Kristen?" Lebih penting lagi, kegagalan dalam mendisiplin anak kita tidak berarti menimbulkan kemarahan mereka. Tetapi bermaksud untuk membimbing kehidupan mereka dengan memperbaiki mereka saat mereka melakukan kesalahan. Dalam rumah tangga Kristen para orang tua mendisiplin anak-anak mereka dalam kasih dan merawat mereka sebagai pemberian yang berharga dari Allah.

TANGGUNG JAWAB TERHADAP PASANGAN NIKAH YANG BUKAN KRISTEN Bacalah:  1Pe 3:1-7
 Petrus menujukkan ayat-ayat ini untuk para wanita Kristen yang suaminya bukan orang Kristen. Bagaimanapun juga, kebenaran ini juga dipraktekkan oleh para pria Kristen yang istrinya bukan orang Kristen. Allah berkata, "Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya"  1Pe 3:1. Para istri Kristen (dan para suami Kristen) harus menunjukkan bahwa mereka berbeda dengan orang lain. Kelakuan yang baik kadang-kadang dapat memenangkan seseorang kepada Tuhan tanpa mengkhotbahkan Firman kepadanya. Taat pada suaminya yang bukan Kristen, seorang istri seringkali dapat memenangkan suaminya kepada Tuhan sebab kelakuannya berbicara tentang kualitas hidup yang diinginkan suaminya. Seorang suami Kristen yang menikah dengan wanita bukan Kristen juga harus melakukan hal yang sama dengan menunjukkan kasih dan perhatian kepadanya.

Sebuah rumah tangga Kristen yang kuat hanya dapat tercapai jika pengajaran Allah ditaati. 


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan seri pelajaran ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here