Pilihlah Anugerah-Nya, Bukan Kepahitan - Jurnal Kristen

Breaking

Recent Posts

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 22 Mei 2017

Pilihlah Anugerah-Nya, Bukan Kepahitan

Bacaan Hari ini:
Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”
Jika Anda masih menyimpan kebencian, artinya orang tersebut masih mengendalikan Anda. Pernahkah Anda berkata, "Anda membuat saya begitu marah”? Ketika Anda jujur, sesungguhnya Anda berkata, "Anda tengah mengendalikan saya." Satu-satunya cara agar Anda bisa menyingkirkan orang ini dari pikiran dan hati Anda, serta agar orang itu tidak mengendalikan Anda lagi ialah dengan memulihkannya menggunakan anugerah –anugerah Tuhan.
Ibrani 12:15 mengatakan, “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Pernahkah Anda mendengar ada satu keluarga dimana si ibu yang kepahitan meracuni semua anggota keluarganya? Pernahkah Anda mendengar ada satu keluarga dimana si ayah yang kepahitan meracuni semua anggota keluarganya? Kepahitan itu menular, dan itu bahkan bisa menjadi penyakit turun-menurun. Seseorang harus mematahkan mata rantai itu dan orang itu adalah Anda. Jika saat ini Anda tengah menyimpan kepahitan karena orang tua Anda, tidaklah heran jika sebelumnya orang tua Anda juga dulunya menyimpan kepahitan pada orang tuanya, maka Anda harus mematahkan mata rantai itu. Dan hanya ada satu cara untuk menghancurkannya: Memulihkannya dengan anugerah yang dari Tuhan.

Saudaraku, jika Anda tidak menyambut anugerah Tuhan dalam hidup Anda, maka hidup ini akan membuat Anda kepahitan. Sebab hidup ini memang tidak adil. Mengapa? Karena dosa ada di dunia ini. Kita hidup di planet yang rusak. Dunia ini bukan Surga. Orang-orang jahat tak henti-hentinya lolos dengan kejahatan mereka. Hidup ini tidak adil.

Dan apabila tidak ada anugerah Tuhan di hati Anda, itu akan membuat Anda kepahitan.

Apakah pengampunan itu sesuatu yang adil? Tentunya tidak.

Tapi ini bukan soal keadilan. Ini bukan soal penghukuman. Ini soal anugerah. Anda tidak memaafkan seseorang karena Anda menganggap jika itu sama-sama adil buat mereka. Tapi sebaliknya, maafkanlah, sebab itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan, dan tentunya Anda tidak ingin hati Anda dipenuhi dengan racun, bukan? Anda tidak ingin hati Anda berpegang pada luka dan kebencian.

Pengampunan itu gratis, tapi itu tidak murah. Pengampunan mengorbankan nyawa Yesus. Harga yang harus dibayar adalah Anak Allah. Dan ketika Yesus sedang sekarat di kayu salib, dengan lengan yang terbentang dan darah-Nya yang menetes, Dia berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Maksud perkataan-Nya ialah, “Aku mengasihimu, Aku mengasihimu, Aku mengasihimu, Aku mengasihimu.” "Dia berkata, “Mereka tak pantas mendapatkannya. Mereka bahkan tak tahu apa yang mereka lakukan. Karena itu Bapa, ampuni mereka.”

Renungkan hal ini:
Pernahkah Anda mengalami kepahitan terhadap seseorang? Apa akibatnya dalam hidup Anda?
Menurut Anda mengapa sangat penting bagi kita jika segalanya adil?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53

Serahkan keadilan kepada Tuhan. Sembuhkan kepahitan Anda dengan anugerah-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here