Langkah Pertama untuk Memiliki Hati Nurani yang Jernih - Jurnal Kristen

Breaking

Recent Posts

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 15 Mei 2017

Langkah Pertama untuk Memiliki Hati Nurani yang Jernih

Bacaan Hari ini:
Mazmur 139: 23-24 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"
Langkah pertama untuk memiliki hati nurani yang jernih ialah dengan memeriksa daftar moral pribadi kita atau melakukan penilaian atas kehidupan spiritual pribadi kita.

Anda harus duduk bersama dengan Tuhan di tempat yang sepi sendirian ketika Anda tidak diburu waktu dan berkata, "Tuhan, aku mau bekerjasama dengan-Mu. Aku akan membuat daftar kesalahan dan pelanggaran apapun yang terjadi di dalam hubunganku dengan-Mu. Bantu aku untuk melihat hal-hal yang aku tahu adalah salah dan hal-hal yang aku tidak tahu adalah salah." Mintalah Tuhan untuk menjernihkan pikiran Anda dan membantu Anda untuk mengungkapkan dosa-dosa Anda.

Anda bisa berdoa menggunakan Mazmur 139: 23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” Katakan, "Tuhan, arahkan sorotan matamu-Mu kepada batinku. Singkapkanlah kepadaku hal-hal yang ada di dalam diriku yang menjeratku dan menahanku."

Adalah penting untuk meluangkan waktu untuk Tuhan. Jangan terburu-buru! Jangan katakan, "Tuhan, aku hanya punya waktu lima menit untuk mengatakan setiap dosa yang pernah saya buat." Luangkan waktu Anda. Tuliskan itu semua.

Mengapa penting untuk menuliskannya? Menulis membuatnya lebih spesifik. Pikiran-pikiran kita keluar melalui bibir dan ujung jari kita. Tulislah apa yang Anda ucapkan. Jika Anda belum menuliskannya, berarti Anda belum benar-benar memikirkannya.

Biarkan saya mengajukan sebuah pertanyaan yang amat penting ini. Seberapa seriuskah Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan Tuhan? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan diri sendiri? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan orang lain? Atau apakah Anda memilih untuk hidup dalam penyangkalan? Penolakan dan berkat Tuhan tidak bisa berjalan beriringan.

Bila Anda mau serius, maka Anda hanya tinggal selangkah lagi dari pembebasan! Anda hanya tinggal selangkah lagi untuk merasakan sukacita dan kekudusan hati yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Anda begitu dekat dengan kebebasan, bebas dari kebiasaan buruk dan sakit hati dan kepahitan yang mengacaukan hidup Anda.

Jangan menunda-nunda. Tidak ada yang lebih penting dalam hidup Anda selain untuk memiliki berkat Tuhan.


Renungkan hal ini:

Apa yang membuat Anda begitu sibuk untuk melakukan penilaian atas kehidupan rohani Anda?

Menurut Anda mengapa kita terkadang tidak jujur terhadap Tuhan, walaupun sebenarnya Dia juga tahu segalanya?

Bagaimana rasa takut membuat kita tidak jujur dengan diri kita sendiri tentang dosa, kebiasaan buruk, sakit hati, dan kepahitan kita? Bagaimana dengan kesombongan diri kita?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24

Luangkan waktu hari ini, sendirian saja. Introspeksi, selidikilah hati dan kehidupan rohani Anda. Itu akan mengubah hidup Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here