Yohanes 3 :16 Merupakan suatu bukti bahwa Tuhan Allah itu mengasihi kita umat manusia, dan kasihNya itu begitu besar, sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal bersama dengan Tuhan Yesus di Sorga. Janji ini bukan sekadar omong kosong. tetapi suatu janji yang pasti.
Dalam suasana Natal ini, bagi kita yang sudah memperoleh keselamatan dari pengorbanan Tuhan Yesus itu perlu memperhatikan beberapa hal, supaya Damai Sejahtera yang kita miliki, bukan sekadar omongan, tetapi menjadi kenyataan. Melalui Lukas 2 : 8-14 ini saya memberikan akronim PEACE itu sebagai berikut :
E = Evangelism
A = Authority of Jesus Christ
C = Commitment
E = Energized by the Holy Spirit1
P = Proclaim
Proklamasikanlah!!! Kelahiran danm kedatangan Tuhan Yeus ke duania ini akan sia-sia bila tidak ada orang yang mengetahui, sebab tujuan kedatanganNya justrui hendak menyelamatkan manusia. Oleh sebab itu Allah mengutus Malaikat memproklamirkan kepada para gembala. Pertanyaannya adalah, mengapa kepada para Gembala? Bukankah itu hanya kumpulan kecil? Mengapa tidak langsung saja ke seluruh penjuru dunia.
Kita melihat bahwa tujuan utama Allah bukan mengutus Malaikat memproklamirkan berita ini, IA hendak melibatkan segenap umat manusia, dan ini dimulai dari para gembala itu. Nah para gembala itu bertugas untuk melanjutkan proklamasi ini kepada orang-orang lain. Coba kita focus ke ayat 10, kata aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa menunjukkan bahwa, berita itu harus disebar-luaskan, bukan hanya milik satu bangsa, tetapi semua bangsa. Namun bagaimana mereka dapat mengetahui berita itu? Itu sebabnya kita perlu memproklamirkannya.
Ingatkah, kapan, siapa, dan dari mana, pertama kali anda mendengar proklamasi bahwa Yesus telah lahir ke dunia untuk meyelamatkan anda? Momentum ini perlu kita hargai, karena hanya sekali untuk untuk selama-lamanya. Namun yang menjadi maslah adalah, kita sudah mendengar, kita sudah menerima keselamatan itu, lalu pernahkah kita proklamirkan berita ini juga pada orang lain? Kapan untuk pertama kalia kita proklamirkan? Atau masih belum sama sekali? Ayo�?�¢�??�?�¦.jangan sia-siakan waktu ini. Damai sejahtera akan dimiliki kalau proklamasi berita ini sudah di dengar.
Gembala adalah orang rendahan dan hina, buktinya mereka tidak berhak memberikan kesaksian di pengadilan. Namun kepada merka berita ini diproklamirkan. Mengapa demikian? Karena Allah juga mau memakai orang yang rendah dan hina, supaya menghancurkan kesombongan mereka yang menganggap diri pintar. ( 1 Korintus 1 :25, 2: 4-5). Itu sebabnya tidak ada alas an bagi siapa saja yang menganggap diri rendah, Alalh tetap mau memakai kita.
E = Evangelism
Berita proklamasi tidak berhenti sampai di sini, itu sebabnya perlu di dengungkan setiap ada kesempatan. Banyak orang yang sudah mendengarkan berita kelahiran Tuhan Yesus, mereka juga tahu bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Namun hatinya masih keras dan tidak terbuka untuk percaya. Itu sebabnya, orang-orang yang sudah percaya, diberikan tugas untuk mengabarkan berita ini lebih sepesifik, supaya yang mendengar boleh percaya dan menerima keselamatan itu.
Ayat 10 menyebutkan Ada kesukaan besar (Great Joy), kareana Juruselamat Yesus Kristus lahir ke dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa tidak akan ada kesukacitaan sejati, tanpa Yesus. Sukacita manusia di dunia sifatnya sementara saja, semua itu akan habis ditelan waktu. Makanay tidak heran, ada orang yang baru saja tertawa terbahak-bahak, tiba-tiba menangis. Tetapi berita sukacita dari Tuhan Yesus, nilainya kekal. Walaupun keadaannya menyusahkan, namun di da lam hati masih ada suka-cita. Lihat saja rasul Paulus dan kawan-kawannya, walupun di dalam penjara mereka tetap bernyanyi memuji Tuhan ( lih Kisah 16 : 25). Mengapa demikian? Karena suka-cita yang diperoleh dari Yesus Kristus itu , tidak sanggup dirampas oleh keadaan dan lingkungan.
Kepada setiap orang yang sudah memiliki keselamatan dalam Yesus Kristus maka ia bersukacita. Sukacita ini harus mengatasi segala problem, penderitaan . Sudahkah anda memiliki suka-cita yang demikian?
Berita sukacita yang kita sampaikan itu bukan berita omong kosong, tetapi berita seorang bayi yang dibungkus dalam lampin lahir di kota Daud. Bayi itu bukan bayi sembarangan, tetapi bayi yang memiliki Otoritas mengubah dunia. Bayangkan saja, Raja Herodes gemetar mendengar berita kelahiranNya.
Tuhan membutuhkan orang-orang yang setia di dalam komitmentnya. Kerajinan, kepandaian, semangat luar bias tanpa kesetiaan, akan sia-sia. Itulah yang dimaksud dengan suam-suam kukuh. Untuk mengetahui atau mengecek, mereka yang sudah diberitakan firman Tuhan, apakah tetap menjalani dan ikut Tuhan, diperlukan orang yang setia bekerja untuk Tuhan. Kedamaian tidak akan diperoleh bila seseorang yang tadinya percaya Yesus, namun karena sedikit persoalan ia menjadi lemah iman dan tidak bersandar penuh lagi padaNya.
Terus terang, Damai Sejahtera yang diperolah oleh manusia itu dan kemudian diberitakan/ditularkan kepada ornag lain, sekali-kali bukan karena kekuatan manusia itu. Tuhan sengaja memakai para gembala yang tidak berpengetahuan tinggi, untuk mempermalukan orang yang sok pintar dan sombong. Apakah orang-orang yang dipakai Tuhan itu adalah superman? Tidak, tetapi ada Roh kudus yang membantu, meberikan energi kekuatan dan keberanian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar